FORSUM

Home » Uncategorized » Cara Menyusun Ransum Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica)

Cara Menyusun Ransum Burung Puyuh (Coturnix coturnix japonica)

Tanya : kasih cara untuk nyusun ransum puyuh donk….butuh bgt nech;.Dyan Anita via Facebook 

Jawab :

Kenalan dengan Puyuh

Tak kenal maka tak sayang, jadi sebelum masuk ranah penyusunan yuk kita kenalan dengan burung puyuh. Ya minimal tau lah sedikit sejarah burung puyuh ^^

Burung puyuh mulai dijinakkan pada tahun 1890an. Di Indonesia burung puyuh mulai diternakkan sejak akhir tahun 1979 (Warintek, 2006). Burung puyuh termasuk dalam :

  • Kingdom : Animalia
  • Phylum : Chordata
  • Sub Phylum : Vertebrata
  • Kelas : Aves
  • Ordo : Galliformes
  • Famili : Phasianidae
  • Genus : Cortunix
  • Spesies : Cortunix cortunix japonica

Sifat Produksi

  1. Puyuh mulai bertelur rata-rata umur 42 hari dan berproduksi penuh pada umur 50 hari (Woodard et al, 1973)
  2. Burung puyuh akan berproduksi selama 2,5 tahun dengan rataan telur 250 butir /tahun.
  3. Berat telur puyuh 7 gram pada pertama kali bertelur, 10 gram pada umur 56 hari dan mencapai 11 gram pada umur 57-81 hari (Garret et al., 1973). Rata-rata berat telur selama 150 hari sebesar 10,2 gram.
  4. Tingkat protein yang baik untuk pencapaian telur puyuh yang baik berkisar antara 18-24% (Indah, 1989)

Oke kenalan nya sudah, sekarang kita masuk pada menyusun ransum puyuh :

1. Pertama-tama kita tentukan mau nyusun ransum apa sih?? (betina, jantan, anak puyuh, puyuh dara atau puyuh petelur ???). Nah disini kita akan coba menyusun puyuh fase produksi (petelur) tentunya betina dong, hehe. Untuk standarnya kita coba gunakan standar SNI yang dapat dilihat di >>>STANDAR NUTRIENT PUYUH PETELUR<<<

Berdasarkan SNI 2006 kebutuhan quail layer/burung puyuh yaitu :

  • Kadar Air maksimal 14%
  • Protein Kasar minimal 17%
  • Lemak Kasar maksimal 7%
  • Serat Kasar maksimal 7%
  • Abu maksimal 14%
  • Ca 2.5 – 3.5 %
  • P available minimal 0.4%
  • Energi Metabolis minimal 2700 kkal/kg
  • Total Aflatoksin maksimal 40 mikro gram/kg
  • Lisin minimal 0.9%
  • Metionin 0.4%
  • Metionin + Sistin 0.6%

Oke disini kita akan coba menyusun ransum dengan PK 22%, EM 2900 kkal/kg Ca 2.5% dan P(ava) 0.4%, Met 0,4 dan Lysin 0,9

Nah, sebelum dilanjutkan coba anda juga baca Seputar Nutrisi Burung Puyuh untuk menambah pemahaman kebutuhan nutrientnya.

2. Kita udah punya nih kebutuhan nutrientnya, sekarang kita tentukan bahan pakan yang akan kita gunakan??,, hmm.. tentunya tidak rumput yaa,, yang ada puyuhnya meninggal,, hehe

Oke disini kita coba menggunakan bahan pakan yang gampang kita temui yaitu : Sumber Energi : jagung, dedak padi; Sumber Protein : Tepung ikan, CGM, bungkil kedelai; Mineral : DCP, CaCO3, Premix, L-Lysin, DL-Methionin dan Minyak Ikan sebagai perekat/energi

Setelah kita tentukan kita cari tahu ni berapa komposisi nutrient yang kita gunakan, anda dapat membaca di sini untuk komposisi nutrient : 1. Limbah Agroindustri ; 2. Limbah Pertanian dan Perkebunan; 3. Kumpulan Bahan Pakan

3. Jika target sudah punya, kemudian komposisi nutrient sudah ada maka jangan lupa kita juga perlu tahu batasan penggunaan yang dapat anda baca disini : Batasan Penggunaan Bahan Pakan, atau jika masih kurang dapat menghubungi penulis di facebook : Formulasi Ransum

4. Oke, kita memasuki ranah berformulasi. Untuk mempermudah maka kita gunakan Metode Trial and Error yang dapat anda baca disini : Cara Formulasi Pakan dengan Menggunakan Metode Trial and Error

5. Pada metode trial and error anda akan mencoba2 memasukkan bahan pakan berdasarkan penggunaannya, dan diharapkan akan mendapatkan target kebutuhan nutrient yang diharapkan.

Langsung saja saya berikan hasil trial and errornya untuk anda koreksi dan coba :

Silahkan download disini : Trial and Error Formulasi Ransum Puyuh

Berdasarkan hasil trial and error maka masing-masing penggunaan ransum puyuh adalah sebagai berikut :

  • Jagung : 42%
  • Dedak : 19%
  • Bungkil Kedelai : 21%
  • CGM : 8%
  • Tepung ikan : 3,5%
  • DCP : 1
  • CaCO3 : 2,5%
  • Minyak Ikan : 1%
  • Premix : 2%

Pustaka :

1. Garret, R. L., L. Z. McFarland and C. E. Franti. 1972. Selected characteristic of eggs produces by japanese quail. Poultry Science 51:1370-1376.

2. Indah, E. S. P. 1989. Study pengaruh imbangan protein dan waktu deposit telur terhadap karakteristik telur puyuh. Skripsi. Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

3. Woodard, A. E., H. Abolanalp, W. O. Wilson, and P. Vobra. 1973. Japanese Quail Husbandry in the Laboratory. Departement of Avian Science University of California Davis.


4 Comments

  1. Kenalan dong dan aku tanya , karna aku kesuliatan tentang ini. kalau membuat rangsum untuk puyuh stater dan petelor pakai konsentrat pabrikan , bagaimana prosentasenya !

  2. mawi says:

    salam kenalan..aku mau menyusun ransum yang berbahan tepung biji durian tapi saya tidak mengerti..gimana ya

  3. Randa says:

    Waktu di kampus juga ada tuh penelitian tentang kulit durian yang dimanfaat untuk pakan unggas. Durian dicincang, dikeringkan dan digiling halus dulu baru kemudian dimasukan dalam formulasi ransum. Coba cek aja di repository unand, rasa.a ada deh. konsultasipeternakan.blogspot.com juga sering membaca materi dari sana.

    Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Forsum

%d bloggers like this: