FORSUM

Home » Uncategorized » Profil Perusahaan Pakan Ternak di Indonesia

Profil Perusahaan Pakan Ternak di Indonesia

Charoen Popkhand Indonesia Tbk
Charoen Popkhand Indonesia Tbk (CPI) didirikan pada tahun 1972 dan bergerak dalam industri pakan ternak dan pengolahan daging ayam. Perusahaan merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) dengan pemegang saham terdiri dari PT. Central Proteinaprima, Royal Bank of Canada (Asia) Ltd., UBS AG Singapura dan publik.
 
Saat ini CPI memiliki kapasitas produksi pakan ternak dari unit-unit pabriknya yang tersebar di Mojokerto, Jakarta dan Medan sebesar 2,6 juta ton per tahun. Pada 2006 CPI dan anak perusahaan CP Jaya Farm membeli 100% saham PT. Centralavian Pertiwi senilai Rp 30 miliar. Centralavian Pertiwi bergerak dalam bidang pembibitan DOC parent stock yang berlokasi di Subang, Bogor dan Lampung. Transaksi ini untuk memperkuat posisi CP di bidang agribisnis.
 
Pada 2007 CPI Tbk membeli pabrik pakan ternak milik PT Central Proteina Prima di Semarang, Jawa Tengah dengan melakukan tukar guling. Pabrik pakan ikan dan udang milk CPI di Medan yang dihargai Rp 48 miliar sedangkan pabrik milik CP Prima di Semarang seluas 47ribu m2 senilai Rp 108,7 miliar. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 25.000 ton pakan udang dan 110.000 pakan ikan. Dengan demikian CP harus menombok sebanyak Rp 60miliar.
 
Selain itu, CPI akan mendirikan pabrik pakan ternak di Lampung dan peternakan ayam skala kecil di Indonesia bagian timur. CP juga akan membangun pabrik pengolahan daging ayam di Salatiga, Bandung dan Medan berkapasitas   2 ribu ekor per jam. Untuk proyek ekspansi ini CP mendapat pinjaman dari Citibank sebesar Rp 310 miliar dan US$ 45 juta. Untuk tahap pertama Citibank Bank menyalurkan US$ 125 juta tahun 2007.
 
Sementara itu, pertumbuhan pendapatan dan laba bersih 2007 ini sebesar Rp 8,3 triliun dan Rp 210 miliar atau naik 31% dari 2006. Sedangkan tahun 2008, CP menargetkan pertumbuhan sebesar 25% dari 2007.
 
Japfa Comfeed
Japfa Comfeed (JC) berdiri pada 1971 dan bergerak dalam bidang industri pakan ternak. Saat   ini   pemegang   saham  JC  terdiri  dari  Pacific Focus Enterprises, Ltd. (28,94%), JP Morgan Chase Bank (9,65%), Coutts Bank Von Ernst, Ltd. (9,15%), Rangi Management Ltd. (8,57%), BNP Paribas Private Bank Singapore (6,63%) dan publik dengan kepemilikan masing-masing kurang dari lima persen sebanyak (37,06%).
 
JC adalah salah satu perusahaan agrobisnis terintegrasi di Indonesia, saat ini  industri pakan ternak memiliki total kapasitas produksi 1,73 juta ton per tahun. Sementara itu, peternakan bibit ayam yang dikelola oleh anak perusahaan, PT Multibreeder Adirama Tbk, usaha aquakultur yang dikelola anak perusahaan, PT Suri Tani Pemuka. Lokasi pabrik pakan ternak dan peternakan tersebar di Lampung, Cirebon (Jawa Barat), Sidoarjo (Jawa Timur) dan Tangerang.
 
Pada 2007 Japfa membangun 2 unit pabrik pakan ternak dengan investasi Rp 50 miliar di Cikupa dan Padang.
 
JC akan membangun industri pakan ternak berkapasitas 1.000 ton per tahun dengan investasi awal Rp 50 miliar. Pabrik baru tersebut dibangun di Padang, Sumatera Barat dan diharapkan akan mulai beroperasi pada 2008 ini. 
 
Selanjutnya JC akan mengembangkan industri breeding (pembibitan) ternak, terutama day one chick (DOC), untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumatera Barat dan sekitarnya.
 
Baru-baru ini JC menyuntikkan dana kepada anak perusahaan, PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk senilai US$55 juta. Diantaranya sebesar  US$ 38.21 juta akan digunakan untuk pelunasan pinjaman yang jatuh tempo pada 2011 dan US$ 16.78 juta untuk pembelian aset dan modal kerja.
 
Sementara itu, pada 2007 total pendapatan Japfa mencapai Rp 7,9 triliun dan laba bersih sebesar Rp 180,9 .miliar.  Diantaranya 80% merupakan kontribusi dari industri pakan ternak.
 
Cheil Jedang Feed Indonesia
CJ Feed Indonesia merupakan anak perusahaan Cheil Jedang dari Korea Selatan yang mulai berbisnis di Indonesia pada 1989. CJFI mengoperasikan 2 perusahaan pakan (feedmill) yaitu  PT. CJ Superfeed yang berdiri pada 1996 dan PT. CJ Feed Jombang yang berdiri pada 2004. Pabrik pakan ternak ini masing-masing berlokasi di Serang, Banten dan Jombang, Jawa Timur dengan total kapasitas produksi 750.000 ton per tahun.
 
Pakan ternak yang diproduksi CJ Feed terdiri dari pakan broiler, layer, breeder, babi, puyuh, konsentrat dan udang. untuk melayani permintaan pelanggan yang berada di wilayah Jawa Barat, Jabodetabek, Sumatera dan Kalimantan. Produk
pakan ternak yang diproduksi CJS menggunakan merk Superfeed.
 
Pada 1997 CJ Feed Indonesia mendirikan PT. Super Unggas Jaya yang bergerak dalam industri peternakan yang memproduksi DOC dengan kapasitas . 20 juta ekor per tahun. Peternakan ini berlokasi di Tutur, Jawa Timur. Produk DOC ini menggunakan merk Superchicks. SUJ melakukan ekspansi dengan membangun lagi 9 unit peternakan ayam di berbagai daerah termasuk Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Sehingga kini total produksi DOCnya mencapai 54 juta ekor per tahun. 
 
CJ Feed Jombang membangun silo untuk menampung jagung sebagai bahan baku utama produksi pakan ternak yang mulai dioperasikan pada September 2007. Hal ini untuk menjamin ketersediaan bahan baku, tanpa tergantung pada musim panen jagung dan  stok jagung di pasar. Sehingga proses produksinya ternak tidak terganggu meski ada peningkatan produksi. 
 
Pada 2008 CJ Feed menargetkan berada di peringkat ketiga perusahaan pakan terbesar di Indonesia dengan total produksi satu juta ton per tahun dari tiga pabriknya.
 
Sierad Produce Tbk
Sierad Produce didirikan pada 1985 dengan nama PT Betara Darma Ekspor Impor, merupakan hasil penggabungan dari empat perusahaan pada tahun 2001, yaitu PT Anwar Sierad Tbk, PT Sierad Produce Tbk, PT Sierad Feedmill dan PT Sierad Grains.
 
Sierad Produce (SP) berdiri pada 1985 dan bergerak dalam bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, pemotongan ayam dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage. Selain itu SP juga bergerak dalam industri pakan ternak,  industri pengeringan jagung dan industri obata-obatan dan vitamin hewan. Peternakan dan pabrik pengolahan tersebar di Tangerang, Bogor, Sukabumi, Lampung dan Sidoarjo. Saat ini SP merupakan salah satu produsen pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.
 
Perusahaan yang berawal dari penjual telur eceran di pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Kemudian berkembang membangun Rumah Potong Ayam yang terletak di jabaon, Jawa Barat ini merupakan yang terbesar di Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi 8.000 ekor per jam. Produk olahan ayam yang dihasilkan dikemas dengan merk Delfarm,  yang tersedia di berbagai supermarket besar di Indonesia.
 
Sementara itu divisi pakan ternaknya yang brelokasi di Sidoarjo (Jawa Timur). Tangerang (Jawa Barat) memiliki total kapasitas produksi sekitar 540.000 ton per tahun. Produk utamanya berupa pakan unggas baik berupa pakan lengkap maupun concentrate.
 
Pada 2007 SP mendapat pinjaman Rp 225 miliar dari BNI, sebesar Rp 200 miliar digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi pakan ternak dan  sisanya Rp 25 miliar untuk tambahan modal kerja untuk meningkatkan populasi ayam hasil produksi mitra bisnisnya. Pinjaman tersebut dijamin dengan aset-aset berupa tanah dan bangunan serta mesin pabrik pakan ternak yang terletak di Sidoarjo dan Tangerang.
 
Tahun 2008 ini SP merencanakan akan membangun tiga pabrik baru di Magelang, Jawa Tengah yang akan selesai pada awal 2009. Dengan tambahan pabrik baru tersebut SP menargetkan peningkatan produksi ayam ternak sebesar 420 ribu per minggu menjadi 2.000.000 per minggu. Sementara ayam petelur diharapkan bisa mencapai 300 ribu per pekan.
 
Saat ini, pangsa pasar SP tercatar sebesar 7% untuk peternakan ayam berusia sehari (DOC) dan 7% untuk pasar pakan ternak. Sementara itu, pada 2007 SP behasil membukukan pendapatan sebesar Rp 1,2 triliun dan laba bersih Rp 27,5 miliar.
 
Malindo Feedmill
Pada awalnya bernama PT. Gymtech Feedmill Indonesia yang berdiri sejak 1998, kemudian nama perusahaan berubah menjadi Malindo Feedmill.  Malindo merupakan salah satu perusahaan milik keluarga Lau dari Malaysia yang memperoleh pengarahan teknis perternakan ayam dan pakan ternak dari perusahaan teratas di negara itu yaitu Leong Hup Holding Berhard dan Emivest Bhd. Leong Hup Holding memiliki pangsa pasar mencapai 30% untuk industri DOC di Malaysia. Sedangkan Emivest berpengalaman sebagai perusahaan pakan ternak selama 15 tahun.
 
Malindo bergerak di bidang produksi dan penjualan pakan ternak dengan kapasitas produksi 438 ribu ton per tahun. Malindo juga mengoperasikan  pembibitan dan distribusi DOC ras pedaging dan petelur. Melalui anak perusahaannya, PT Bibit Indonesia mampu menguasai 6% pangsa pasar di Indonesia. Saat ini, kapasitas produksinya mencapai 100 juta DOC per tahun. 
 
Pada 2006 Malindo melakukan Initial Public Offering (IPO) dengan melepas 18% saham melalui Bursa Efek Jakarta. Dana hasil IPO sekitar 70% atau Rp 53,7 miliar digunakan untuk ekspansi usaha dengan membangun peternakan baru dan sisanya 30% untuk menambah modal kerja. Saat ini pemegang saham terdiri dari Dragon Amity Ltd (81,6%), Lai Hup Heng (0,4%) dan publik (18%). 
Malindo membangun peternakan berkapasitas 18 juta DOC per tahun di Pasuruan, Surabaya terdiri dari 2 area pembibitan dan satu area penetasan yang mulai berproduksi pada pertengahan 2007.
 
Pada akhir 2007 MF telah menyiapkan dana sebesar US$ 26 juta untuk membangun pabrik pakan ternak berkasitas 360 ribu ton per tahun. Pabrik baru yang akan dibangun pada pertengahan 2008 ini berlokasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten dengan investasi sekitar Rp 100 miliar.  
 
Lokasi pabrik terletak di Cikande, Banten dan berdekatan dengan pelabuhan Bojonegara yang sedang dalam tahap pembangunan. Dengan adanya pelabuhan baru ini, diharapkan aka nada efisiensi biaya dengan berkurangnya biaya transportasi dan pengiriman bahan baku dan pakan dari lokasi pabrik kepada pelanggan di sekitar Jawa Barat.
 
Disamping itu, Malindo juga akan mengakuisisi perusahaan terafiliasi yaitu  PT Leong Ayamsatu Primedona (LAP), yang bergerak dalam bidang usaha pembibitan DOC dan peternakan ayam ras pedaging. Leong Ayamsatu memiliki kapasitas produksi 62 juta DOC dan 6 juta broiler per tahun peternakan di Medan dan Jakarta. Sementara itu, pendapatan MF pada 2007 tercatat sebesar Rp 982,8 miliar.

10 Comments

  1. Markus says:

    Maaf, kok saya tidak melihat Cargill di list atas yah? setau saya, mereka punya pabrik pakan juga?

  2. oya gan
    PT.wonokoyo jaya corporindo urutan kbrpa???

  3. Deni wijaya says:

    berapa kapasitas pabrik diatas untuk pakan ikan dan udang?

  4. Anonymous says:

    saya pernah lihat juga matahari sakti, pakan udang apa ga masuk ya..terus Goldcoin sama Wonokoyo

  5. ren says:

    Saya sering denger MS , apa itu matahari Sakti ya, cukup besar dan punya nama di daerah Lampung, cuma katanya pabriknya di Surabaya..apa itu juga masuk?

  6. Budje says:

    Update industri pakan yg terbarunya sudah ada?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Forsum

%d bloggers like this: