Home » Uncategorized » Menyusun Ransum Domba Lokal

Menyusun Ransum Domba Lokal

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 2,089 other followers

Visitor Forsum

  • 181,093 visitor

Tanya : Mas, mau tanya nih.. PK untuk penggemukan dan peranakan yg satndarnya brp % ?
mksh. @Tornado Junior Farm (Surakarta)

Jawab :

Sebelum memasuki perhitungan formulasi, ada baiknya jika kita memahami dulu karakteristik kebutuhan nutrient domba, sehingga jika dilapangan kita menemui ketidak sesuaian dengan standar yang telah ada maka kita akan bisa berkreasi dan berkreative untuk menemukan standar yang paling efisien dan murah namun tetap berkualitas dari ternak yang kita miliki.

Nutrient Domba

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kebutuhan nutrient domba diantaranya jenis domba, umur domba (apakah masa pertumbuhan, penggemukan, laktasi, dll). Jenis kelamin, level produksi, keadaan lingkungan dan aktivitas domba. Adapun kebutuhan makanan akan dihitung berdasarkan Berat Kering (BK), Protein Kasar (PK), Serat Kasar (SK), Total Digestibel Nutrient (TDN), Lemak Kasar (LK), mineral dan vitamin.

1. Energi

Energi akan digunakan untuk hidup pokok, pertumbuhan, gerak otot dan sintesis jaringan baru. Penting kita pahami dalam pakan yaitu energi yang benar-benar digunakan domba (EM).

Energi rendah?? maka domba akan mengalami bobot hidup  dan gangguan perkemangan jaringa tubuh sehingga domba akan menjadi kurus dan terkena beberapa penyakit tertentu. Jadi usahakan untuk memberikan energi yang seimbang

Energi terlalu tinggi??, akan menyebabkan lemak tubuh domba tinggi, sehingga akan mempengaruhi volume otot dan kesukaan bagi kita, khususnya di Indonesia yang lebih senang jenis makanan yang “alot”.

Energi akan dipakai untuk hidup pokok, pertumbuhan, produksi dan selebihnya akan dikeluarkan melalui feses, urin dan gas metan

2. Protein

Adalah senyawa kimia yang tersusun atas asam amino.

Fungsi : sebagai bahan pembangun dan pengatur dalam tubuh. Pembentuk jaringan baru dan juga bahan bakar jika kebutuhan energi dan lemak kurang.

Pemenuhan : dalam domba pemenuhan kebutuhan protein berdasarkan protein kasar dalam pakan dan kebutuhan domba tersebut.

Hal yang mempengaruhi : masa pertumbuhan, umur fisiologis, ukuran dewasa, kebuntingan, laktasi, kondisi tubuh dan rasio energi protein. Pada saat pertumbuhan ternak akan memerlukan kadar protein tinggi pada ransum untuk membentuk jaringan tubuh. Ternak muda>Ternak dewasa dalam kebutuhan protein dan asam amino dianggap tidak terlalu penting.

3. Total Digestibel Nutrient

Jumlah dari zat-zat makanan yang dapat dicerna oleh hewan yang merupakan jumlah dari semua zat-zat makanan organik yang dapat dicerna.

TDN dinyatakan sebagai bagian dari bahan makanan yang tidak disekresikan dalam feses.

4. Pertumbuhan

Anak domba akan mencapai 75% dari berat dewasa dalam satu tahun.  Adapun tingkat pertumbuhannya adalah : 25% 3 bulan pertama, 25% 3 3 bulan kedua dan 25% 6 bulan terkahir.

Domba jantan akan tumbuh lebih cepat dari domba betina, PBB lebih cepat, konsumsi lebih banyak dan efisiensi lebih tinggi. Disebabkan adanya hormon testosteron yang menyebabkan sekresi endrogen tinggi sehingga pertumbuhan lebih cepat.

Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan : Total protein/hari, jenis ternak, umur, genetis, lingkungan dan manajemen ternak.

5. Penggemukan

Tujuan penggemukan adalah untuk memperbaiki kualitas karkas dengan cara mendeposi lemak dengan cukup. Juga dilakukan pengurangan kadar lemak dan peningkatan kadar protein agar terjadi peningkatan daging yang dimakan (Parakkasi, 1999).

Ternak yang digemukkan biasanya bakalan lepas sapih berumur 8-12 bulan. Domba yang dipilih yaitu yang kurus, kuat, sehat dan berkerangka besar. Penggemukan domba biasanya berlangsung 2-3 bulan.

Target Kebutuhan Nutrient

1. Fase Pertumbuhan, berdasarkan penelitian dari Mathius dkk. (1996) kita dapat menggunakan model persamaan untuk ME = 482 kJ/kg BH (Bobot Hidup) pangkat 0,75 dan PK = 5,14 g/kg BH pangkat 0,75

2. Induk Fase Laktasi oleh Mathius, dkk (2003) adalah PK 16% BK dan ME 13,4 MJ/kg BK

3. Induk Fase Bunting Tua oleh Mathius, dkk (2002) yaitu Nitrogen 0,67 g/kg BH pangkat 0,75 dan EM = 0,425 MJ EM/kg BH pangkat 0,75

4. Tingkat energi dan protein fase 8 minggu kebuntingan yaitu 5,2 g dan 0,621 MJ EM/kg BH pangkat 0,75

5. Penggemukan : BK 4,3-5 % BB. Kebutuhan PK : 13,5-31,5 kg = 15% dan PK > 31,5 = 13% (Umberger, 1997). TDN : 22,5-33,75 kg = 70-75% dan berdasarkan penelitian Mathius PK 15,09% dan TDN 58,6%.

6. Dapat juga menggunakan NRC 1985 namun dalam pengaplikasiannya akan butuh penyesuaian dikarenakan perbadaan tempat dan beragamnya jenis. Akan butuh perbaikan2.

Oke, langsung saja masuk pada tahap penyusunan formula.

Penggemukan

Untuk memberikan pakan komplit penggemukan domba maka hal pertama yaitu kebutuhan Berat Kering (BK), setelah kebutuhan BK terpenuhi maka energi dan protein adalah kebutuhan utama nya. Kebutuhan lainnya adalah air, mineral, vitamin dan lemak.

Pertama saya ingin jelaskan kenapa yang saya gunakan dalam standar adalah penelitian lokal, dikarenakan sebagian besar domba yang kita kelola adalah domba lokal yang kemungkinan besar akan sangat sesuai dengan proporsi bagi domba kita nantinya. (satu guru, satu ilmu, satu spesies dan satu lingkungan, insyaAlloh lebih cocok, heheh).

Masuk pada domba yang dimiliki oleh Bpk. Ayub yaitu beragam bobot berat domba dari 15 kg, 20 kg, 35 kg, 40 kg dan 50 kg.

Kita gunakan saja misalnya bobot 35 kg maka kebutuhan PK 13% dan TDN 70-75%, melihat pengalaman Bpk Ayub saya gunakan saja PK 13,5% dan TDN 75%. BK 5% dari Bobot Hidup Domba.

Langkah2nya adalah sbb :

1. Berat Kering, 5% x 35 kg = 1,75 kg = 1750 gram, jadi setidaknya kita memberikan proporsi pakan dalam BK sebesar 1750 gram. Ingat, ini dalam BK ya, bila di konversi dalam As Fed atau pemberian segar maka jika hasil ransum kita 60% maka berat segar yang harus kita berikan adalah 100/60×1750 = 2916 gram atau jika kita genapkan adalah 3 kg/hari/ekor.

2. Apa yang bpk Ayub gunakan dalam penyusunan bahan pakan??

Misalnya disini menggunakan 3 bahan, yaitu Debog pisang, Bungkil Kacang Tanah dan Ampas gandum. Maka kita cari dahulu kandungan BK, PK dan TDN dari ketiga bahan tersebut.

Misalnya kita dapatkan BK, PK dan TDN dari debog pisang, ampas gandum dan bungkil kacang tanah : Debog pisang BK 8,62% PK 4,81% dan TDN 79%. Ampas Gandum PK 33,21 BK 31,17 dan TDN 78% dan Bungkil Kacang Tanah BK 90%, PK 33,5% dan TDN 73,3%. Adapun harga Ampas gandum 1600/kg, Bungkil Kacang Tanah 1100/kg dan Debog pisang gratis karena mencari sendiri. ^^

Sekarang kita hitung berdasarkan metode trial and error yang sistemnya dapat dibaca di sini >>>METODE TRIAL AND ERROR<<< dan aplikasinya dapat di download di sini >>>4-Cel<<<

Anda juga bisa menggunakan winfeed dan solver yang dapat dilihat di >>SINI<<

Setelah melakukan perhitungan dengan Solver maka saya dapatkan besarnya penggunaan : (PK 13.5% dan TDN 75%)

  • Debok Pisang : Penggunaan 69%
  • Ampas Gandum : Penggunaan 11%
  • Bungkil Kacang Tanah : Penggunaan 20%

Didapatkan PK 13.67% dan TDN 77.75%, oh ya ini sengaja dilebihkan dikarenakan kehawatiran adanya penambahan sekam pada bungkil kacang tanah dan ketidak sesuaian komposisi real dengan perhitungan.

Bagaimana pemberiannya ??

  • BK pakan adalah 5% dari 35kg atau 1750 gram, sedangkan berdasarkan perhitungan didapatkan BK 27.3765 sehingga pakan yang harus kita berikan dalam bentuk segar dalam sehari/ekor adalah 100/27.3765*1750 = 6.392 gram/ekor/hari
  • Adapun dalam penyusunannya per 1 kg kita menggunakan 690 gram debog pisang, 110 gram ampas gandum dan 200 gram bungkil kacang tanah.
  • Dalam pelaksanaanya real nya kami memberikan saran untuk memperhatikan kualitas bahan baku (ampas gandum, debog pisang dan bungkil kacang tanah), ketertiban pemberian pakan dan penyesuaian ransum dengan jenis, status, lingkungan dan bobot badan ternak karena semua ini akan memberikan perbedaan
  • Air minum di berikan ad libitum dan jangan ragu untuk melakukan analisa terus menerus untuk mendapatkan standar nutrient yang tepat bagi ternak kita sendiri, karena belum tentu standar yang ada akan cocok bagi kita,, dan dilapangan kita sendiri yang paling tahu dari kondisi ternak, bahan baku pakan dan manajemenya.

Akhir kata semoga membantu. Sebagai tambahan ilmu dapat membaca NRC di >>sini<< dan berbagai informasi dan pembelajaran formulasi ransum di >>SINI<<

About these ads

2 Comments

  1. forsum says:

    Sedikit tambahan itu untuk BK 5%, Namun karena range BK antara 4,3% – 5% , jika BK yang coba kita gunakan 4,5% maka yang harus kita berikan dalam sehari yaitu :

    4,5/100 X 35 kg = 1.575 kg = 1575 gram

    Sehingga besarnya pemberian dengan BK ransum diatas sebesar 27.38 maka yang harus diberikan dalam sehari dalam bentuk segar adalah : 100/27.38 X 1575 = 5752 gram. Atau kurang lebih 5.5 kg/hari/ekor

    Salam
    Formulasi Ransum

  2. syg sekali g ada daftar pustakanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Forsum

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,089 other followers

%d bloggers like this: