Home » Uncategorized » Formulasi Ransum Sapi Potong Daerah Marjinal

Formulasi Ransum Sapi Potong Daerah Marjinal

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Join 2,089 other followers

Visitor Forsum

  • 180,479 visitor

Daerah marjinal merupakan daerah kering dan kurang subur,, nah?? pertanyaannya bagaimana prospek usaha peternakan kita pada daerah ini??

Jika daerah subur tentunya kita tidak perlu khawatir akan ketersediaan pakan hijauan, namun jika yang kita hadapi daerah kering dan kurang subur maka inovasi dan kreativitas harus kita lakukan untuk memastikan usaha kita tetap dapat berjalan.

Beberapa hal yang harus anda siapkan diantaranya :

  1. Standar kebutuhan nutrisi, disini kita dapat menggunakan NRC 2000 yang dapat anda lihat di >>>SINI<<<
  2. Hitung kebutuhan pakan selama sebulan dan langkah kreative (disini kita menggunakan jerami fermentasi, rumput segar dan bahan konsentrat yang mudah diperoleh di daerah kering/marjinal)
  3. Pembuatan Jerami fermentasi dan konsentrat
  4. Teknis pemberian ransum

1. NRC Sapi Potong

2. Kebutuhan Pakan selama sebulan

Berdasarkan tulisan Ulin Nuschati “Teknologi Formulasi Ransum Untuk Penggemukan Sapi Pada WIlayah Marjinal”, maka kira2 kebutuhan masing-masing bahan adalah sebagai berikut :

  • Jerami fermentasi 180 kg/ekor/bulan
  • Rumput segar/gajah/king 150kg/ekor/bulan
  • Konsentrat 60 kg/ekor/bulan

3. Pembuatan jerami fermentasi dan konsentrat

a. Jerami Fermentasi

  • Persiapkan bahan dan alat-alat : probiotik, urea, ember plastik, timbangan, masker penutup mulut dan hidung
  • Membuat campuran urea dan probiotik sesuai kebutuhan jerami yang akan difermentasi (misal : BIOFAD 1-1,5 kg + UREA 2-4 kg untuk 1 ton jerami )
  • Membuat hamparan dengan ketebalan ± 25 cm dari jerami berkadar air ± 50% (dipanen musim kemarau atau jerami padi musim penghujan yang telah dijemur sehari) atau bisa juga menggunakan jerami kering kemudian dikocor dengan air secukupnya. Selanjutnya hamparan jerami dipadatkan dengan cara menginjak-injak lalu ditaburi secara merata dengan campuran urea.-probiotik.
  • Membuat hamparan jerami yang kedua di atas hamparan pertama dengan ketebalan sama ± 25 cm, lalu dipadatkan dengan cara menginjak-injak, kemudian ditaburi dengan campuran urea-probiotik secara merata.
  • Demikian seterusnya, setelah semua jerami dihamparkan dan dipadatkan selanjutnya dilakukan penutupan tumpukan jerami dengan menggunakan terpal plastik.
  • Selanjutnya bersihkan semua peralatan yang telah selesai digunakan dan disimpan pada tempatnya.
  • Jerami yang telah diolah setelah 3 minggu (21 hari) dapat dibuka dan dibongkar/diaduk-aduk, lalu diangin-anginkan. Jerami olahan telah siap digunakan sebagai pakan berkualitas untuk ternak sapi.

b. Pakan konsentrat

  • Siapkan bahan-bahan penyusun konsentrat yang mudah diperoleh, kemudian diformulasikan dengan standar kandungan nutrisi pakan adalah : protein kasar ± 14 % dan TDN ± 70 % (Tabel 2)
  • Timbang masing-masing bahan pakan sesuai kebutuhan.
  • Tebarkan bahan mulai dari yang paling banyak, dilanjutkan penebaran diatasnya bahan yang lebih kecil jumlahnya dan seterusnya sampai semua bahan disusun bertumpuk.
  • Campur dan aduk-aduk secara merata.
  • Konsentrat yang sudah dicampur siap dimasukkan dalam kemasan karung plastik. Kemasan pakan konsentrat ini dapat disimpan ± 1 bulan di gudang penyimpanan pakan dengan diberi pallet sebagai dasaran
  • Persiapan sapi bakalan yang akan digemukkan yaitu sapi yang memiliki gigi sudah powel dengan bobot awal ±250 kg. Hal ini dengan pertimbangan supaya ransum yang diberikan efisien untuk penggemukan
  • Aplikasi pemberian pakan pada sapi kereman.
  • Timbang bobot awal sapi bakalan yang akan digemukkan
  • Berikan obat cacing sesuai dosis yang dianjurkan

Komposisi bahan untuk Formulasi Pakan Konsentrat/ton (BK 88%, PK 14% dan TDN 70%) :

  • Onggok, 484 kg
  • Kulit kopi 195 kg
  • Bungkil kopra 190 kg
  • Bungkil klenteng 100 kg
  • Garam 20 kg
  • Urea 10 kg
  • Kalsit 5 kg

Rata2 konsumsi sapi per hari 2 kg konsentrat, 6 kg jerami dan 5 kg rumput gajah (tinggal bagaimana kita memodifikasi pemberian pakan sehingga konsumsi sapi potong tersebut cukup).

TIPS :

  • Pemberian pakan hijauan sebaiknya tidak terlalu dibatasi untuk memberikan keleluasaan pada ternak karena tingkat konsumsi sapi di Indonesia cukup beragam
  • Penting pemberian pakan sesui dengan kebutuhannya untuk menghindari terjadinya pemborosan biaya produksi sekaligus dapat meningkatkan konversi pakan yang dideposisi dalam daging sapi
  • Rata-rata PBB sapi lokal hasil penelitian dengan pakan ini adalah  0,85 +/- 0,37 kg/hari.

Sumber : TEKNOLOGI FORMULASI RANSUM UNTUK PENGGEMUKAN SAPI PADA WILAYAH MARJINAL by Ulin Nuschati

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Forsum

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,089 other followers

%d bloggers like this: