Home » Uncategorized » Aplikasi IT Pada Industri Pengolahan Daging Ayam

Aplikasi IT Pada Industri Pengolahan Daging Ayam

Teknologi yang semakin berkembang membuka peluang usaha baru yang terintegrasi dimulai dari pembibitan ternak ayam, pembesaran, pemotongan, pengolahan, sampai pemasaran dilakukan oleh satu perusahaan. Perusahaan besar menjalankan sistem kemitraan dalam memenuhi pasokan daging ayam yang dibutuhkan sehingga bahan baku selalu tersedia ketika aktivitas pengolahan berlangsung.
Peran teknologi informasi atau IT dalam bisnis pengelolaan peternakan ayam masih terbatas pada perusahaan-perusahaan besar. Contoh perusahaan yang mengelola usaha dengan cara modern yaitu Charoen Pokphand Indonesia (CPI), Japfa Comfeed, serta dua perusahaan lokal, Sierad Produce dan Wonokoyo. Namun untuk bisa mewujudkan proyek sebesar itu perlu teknologi informasi yang memadai dari perusahaan, mengingat skala produksi bukan lagi skala kecil menengah dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Proses bisnis di industri peternakan ayam dimulai dari pemilihan grand parent stock, penanganan ayam umur sehari (day old chick/DOC), telur, pakan, vaksin hingga pemeliharaan ayam (khusunya ayam ras pedaging) sampai datang masa panen dan kemudian dilakukan pengolahan sebelum dipasarkan. Pelaku bisnis ternak terpadu di Indonesia tidak begitu banyak karena selain bersifat capital intensive, pengelolaannya pun mesti dilakukan dengan bantuan teknologi informasi modern.
Contoh perusahaaan yang mengimplementasi teknologi informasi pada aktivitas produksi yaitu CPI. Perusahaan asal Thailand ini menguasai 35% lebih pangsa pasar pakan ternak dan DOC di Indonesia. PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) didirikan mulanya dengan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Animal Feedmill Co. Ltd. pada 1972. Ruang lingkup usahanya mencakup produksi dan perdagangan pakan ternak, daging ayam olahan, peralatan peternakan dan pakan ikan. Saat ini CPI memiliki 8 pabrik pakan ternak yang tersebar di Medan, Bandar Lampung, Ancol (Jakarta), Balaraja, Semarang, Krian (Sidoarjo), Sepanjang (Sidoarjo), dan Makassar. CPI juga memiliki empat pabrik pengolahan daging (Rumah Potong Ayam), yakni di Cikande, Salatiga, Medan dan Surabaya. Rencananya akan bangun lagi satu unit di Bandung. Hingga September 2007, total kapasitas produksi pakan ternak CPI sekitar 4 juta ton/tahun, yang diproduksi dari 7 pabrik. Total kapasitas produksi DOC sekitar 607 juta ekor per tahun. Adapun total kapasitas produksi ayam potong 105 ribu ton/tahun. Pangsa pasar CPI di pasar modern diklaim 72% dan di pasar tradisional 91%.
Di bisnis ternak terpadu seperti CPI, TI berperan penting. Pemanfaatan TI akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan, mempercepat informasi dan memprediksi. Proses bisnis di peternakan ayam terpadu cukup kompleks sehingga perlu didukung TI untuk mempercepat eksekusi, sekaligus membuat proyeksi ke depan. Misalnya, sebelum memulai penetasan, hingga membesarkan ayam, harus dihitung berapa jumlahnya dan kapan waktunya sehingga pada saat panen bisa sesuai dengan proyeksi. Ayam yang sudah dipanen akan dipasok untuk kebutuhan sendiri, seperti ke pabrik chicken processing(nugget), dan dijual ke pasar. Perhitungan kebutuhan pasar akan daging ayam harus dapat dipastikan sebelumnya. Di sisi lain, pakan untuk ayam pun harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Untuk mencapai tujuan itu, CPI mengembangkan unit bisnis feedmill.Bisnis ini perlu didukung informasi secara akurat karena implikasinya apabila terjadi kegagalan sangat besar. Logikanya, ayam yang sudah dibesarkan dan diberi makan selama 35 hari jika tidak dapat dijual tentu saja kerugiannya akan sangat besar. Di sinalah peran teknologi informasi dibuktikan. Teknologi informasi di CPI terutama dimanfaatkan untuk menyediakan sentralisasi informasi sehingga mempermudah akses dan analisis oleh manajemen operasional unit bisnis. Kegunaan lainnya yaitu untuk menyusun rencana kerja dan strategi pemasaran yang dapat mengimbangi volatilitas cost of goods sold (COGS) akibat tekanan eksternal yang berasal dari bahan baku (raw material) seperti BBM, harga komoditas seperti jagung, CPO, ataupun komponen penunjang operasional usaha seperti kayu, besi dan sebagainya. Permintaan pasar juga menuntut adanya informasi yang akurat dan tepat waktu.

Sistem teknologi informasi di CPI didesain dalam wujud Animal Husbandry Information Systems (AHSI), yang dibangun di atas empat aplikasi. Pertama, aplikasi Farm Management System (FMS). FMS merupakan aplikasi inti karena mencakup semua proses pengelolaan produksi DOC ataupun penetasan telurnya (hatching egg). FMS adalah custom-made software yang dikembangkan sendiri (in-house development) oleh tim TI CPI dibantu Jatis Solution pada akhir 2001. Fungsi utama FMS adalah mengontrol produksi di peternakan.
Aplikasi ini berbasis Java yang dikembangkan seperti web-based application. User hanya memerlukan browser untuk memulai pengerjaan. FMS bersifat centralized pada satu server Oracle database yang ditempatkan di kantor CPI di Ancol. Aplikasi ini bisa diakses secara langsung dari sekitar 100 lokasi di berbagai pelosok peternakan CPI di seluruh Indonesia. Koneksi dilakukan via Wide Area Network. Dengan begitu, melalui FMS tim di bagian operasional bisa melakukan tracking dan reporting mengenai performa peternakan-nya.
Alasan dikembangkannya FMS antara lain karena sebelumnya CPI tidak memiliki visibilitas secara nasional. Misalnya kasus tim peternakan di Medan yang ingin berkonsultasi dengan rekannya di Surabaya, namun terkendala dalam membandingkan data karena data secara nasional tidak bisa diakses dengan mudah. Manajemen CPI juga mengakui kesulitan untuk mengontrol peternakan di suatu daerah. Kasus lain ditemukan ketika sebuah unit bisnis di CPI yang kesulitan untuk melihat stok vaksin yang akan expired.
Dengan adanya sistem databaseterpusat di Ancol maka data telah dapat diakses oleh seluruh karyawan CPI di seluruh Indonesia. Mereka bisa melihat dengan mudah data secara nasional. Begitu pula manajemen dapat memantau perkembangan peternakan di suatu daerah cukup dengan menggunakan sistem ini. Misalnya, jika ada suatu wabah unggas di suatu farm CPI, manajemen menyampaikan informasi mengenai hal itu ke unit bisnis yang bergerak di bidang kesehatan hewan, yang memiliki banyak dokter hewan dan ahli obat-obatan.Aplikasi kedua dalam platform AHSI adalah Animal Health Information System (AHIS). Aplikasi AHIS ini lebih sebagai bank data atau knowledge centre. Aplikasi ini menampilkan berbagai data mengenai penyakit unggas beserta solusinya. Terdapat kasus penyakit unggas yang ditangani berupa foto spesimen, gejala klinis, hasil pemeriksaan laboratorium dan remedial action yang diperlukan. Termasuk pula mengenai cara pemberian pakan, penanganan telur, kesehatan ayam, dan pengetahuan lainnya yang berkaitan dengan ayam dan pakan sehingga bisa dijadikan media pembelajaran.

Aplikasi yang ketiga adalah Poultry Integration Mapping System (PIMS). Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat informasi harga, kuantitas, dan area distribusi permintaan ayam pedaging. Data PIMS ini dijadikan acuan oleh tim produksi dan pemasaran. Misalnya, setelah mengacu ke PIMS, tim pemasaran memproyeksikan pasar membutuhkan 10 ribu ekor maka tim produksi akan menetaskan telur sebanyak itu pula. Diharapkan pada akhir hari ke-21 akan ada stok 10 ribu DOC (dengan asumsi proses berjalan sesuai dengan rencana).
Aplikasi yang keempatnya adalah aplikasi SAP sebagai paket ERP yang customized. SAP diimplementasi di pabrik pakan (feedmill) yang ada di 8 lokasi di seluruh Indonesia. Aplikasi ini berfungsi menangani proses administrasi secara terintegrasi, mulai dari penjualan, pembelian bahan baku, inventori, akunting, keuangan dan produksi. SAP juga diimplementasi di unit trading company milik CPI, seperti chicken processing (Primafood) dan unit bisnis animal health. Aplikasi SAP (mySAP Business Suite) mulai diterapkan di CPI sejak 2002 untuk mengganti sistem TI yang lama dengan tujuan pengelolaan informasi yang lebih akurat sehingga manajemen dapat mengambil keputusan lebih cepat. Solusi itu didukung perangkat keras dari Hewlett-Packard dan mitra implementasi IMC.
Kendati pemanfaatan Teknologi Informasi di CPI termasuk lebih maju dibanding kompetitornya, perusahaan itu mengklaim termasuk irit dalam hal belanja kebutuhan teknologi informasi. Jika umumnya investasi untuk Teknologi Informasi berkisar 2-3% dari revenue, investasi yang dilakukan CPI tidak sampai 0,5% revenue. Teknologi Informasi harus berperan supaya bisa membantu operasional sehingga lebih efisien dan efektif.Berkaitan dengan adanya krisis global, pengembangan Teknologi Informasi di CPI akan lebih fokus ke manajemen cash flow. Pasalnya, fasilitas pinjaman dari perbankan sangat sulit dengan suku bunga yang tinggi. CPI memerlukan pinjaman untuk investasi atau ekspansi. Selain itu, untuk pembelian (purchasing) rencananya juga akan dibantu dengan sistem, sehingga proyeksi utang(account payable) bisa dikelola dengan lebih tepat.

Keandalan sistem TI di CPI diacungi jempol oleh beberapa konsultan Teknologi Informasi CPI sudah cukup advanced dalam implementasi TI dengan fokus pada online transactional processing (OLTP) untuk memastikan proses supply chain berjalan lancar. Supply Chain Management adalah kunci penting dalam consumer product seperti pakan ternak, telur, dan daging ayam.
Nilai lebih CPI yang lain yaitu sudah melangkah ke tahap online analytical processing (OLAP) yaitu dengan tersedianya knowledge management, khususnya mengenai penyakit ayam. Tahap ini berguna untuk memonitor dan mengambil keputusan secara cepat jika terjadi sesuatu pada masa pemeliharaan. Yang diperlukan CPI ke depan adalah mengembangkan OLAP ke level yang lebih tinggi yakni business intelligence (BI). Dengan BI memungkinkan CPI bisa menganalisis histori data untuk proyeksi ke depan, menghindari kesalahan yang sama, dan melakukan optimalisasi. Saat ini BI penting karena semua kompetitor sudah mempunyai ERP sehingga persaingan berubah ke arah kecerdasan analisis atau competing analytics.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Twitter Forsum

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,118 other followers

%d bloggers like this: